Wednesday, June 26, 2013

Hari Pertama Program Kepemimpinan Calon Penerima Beasiswa LPDP Batch II

Sebanyak 139 orang peserta mengikuti Program Kepemimpinan Calon Penerima Beasiswa LPDP Batch II baik dari program magister dan doktor luar negeri maupun dalam negeri. Hari pertama program kepemimpinan diisi dengan sambutan dari Direktur Utama LPDP, Bpk Eko Prasetyo dan Sekjen Kemendikbud, Bpk. Prof. Ainun Na'iem. Kemudian dilanjutkan dengan 2 sesi materi yaitu materi pertama, "What, Why and How to LPDP" diisi oleh para anggota dewan direksi LPDP dan materi kedua, "Kewirausahaan Sosial untuk Indonesia" diisi oleh Goris Mustaqim, founder Yayasan ASGAR MUDA Indonesia.

"What, Why and How to LPDP"

Indonesia menghadapi beberapa tantangan dalam pengembangan sumber daya manusia,antara lain:
  1. Rendahnya kualitas dan kuantitas manusia terdidik
  2. Komposisi lulusan perguruan tinggi yang tidak ideal
  3. Rendahnya dana riset di Indonesia
  4. Tingginya resiko bencana alam di Indonesia
Berangkat dari latar belakang di atas, LPDP merancang tiga program utama yaitu: 1) Beasiswa Magister dan Doktor; 2) Rispro; dan 3) Perbaikan infrastruktur pendidikan.

Saat ini, Indonesia telah masuk ke dalam G20 (20 negara dengan indikator ekonomi tertinggi di dunia), dimana Indonesia menempati posisi ke-17. Ke depan, pencapaian ini bisa saja naik atau malah turun. Oleh karena it, untuk meningkatkannya diperlukan dua hal pokok yaitu inovasi dan pembangunan SDM. Program-program yang dikembangkan LPDP adalah dalam rangka mendukung tujuan tersebut.

LPDP mengedepankan 5 nilai dalam mengembangkan program-programnya antara lain: integritas, nasionalisme, berwawasan global, etika, dan terampil dalam kemampuan dasar. Dengan begitu, LPDP tidak hanya sekedar menyalurkan beasiswa, tetapi juga "mengisi" sehingga begitu para penerima beasiswa kembali ke tanah air, mereka akan membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

"Kewirausahaan Sosial untuk Indonesia"

Materi kedua ini diasuh oleh Goris Mustaqim, pendiri Yayasan ASGAR MUDA Indonesia. "Asgar" merupakan singkatan dari "Asli Garut" dimana yayasan ini memiliki visi untuk mendorong para pemuda garut untuk dapat berkarya hingga ranah internasional.

Dijelaskan dalam materi ini bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak permasalahan sosial. Salah satu upaya yang dirintis oleh Yayasan Asgar adalah mengatasi permasalahan sosial dengan pendekatan kewirausahaan. Dengan motto "pemuda membangun bangsa dari desa", beberapa program yang telah dirintis oleh Yayasan Asgar antara lain: 1) pendidikan : pemberian bimbingan bagi para murid yang ingin menembus ujian masuk perguruan tinggi dan pemberian beasiswa; 2) pengembangan kewirausahaan; dan 3) pemberdayaan masyarakat (microfinance) : pendirian  BMT, investasi pohon, dll.

Kang Goris saat menyampaikan materi kewirausahaan

Berikut beberapa tips yang dibagikan oleh Kang Goris seputar membangun kewirausahaan atau enterpreneurship :
  1. Terapkan strategi ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) untuk menemukan bisnis baru di tengah maraknya persaingan kewirausahaan.
  2. Jangan sampai ide yang muncul hanya berhenti menjadi ide, tanpa ada aksi. "Idea is cheap, but execution is the king".
  3. Tidak ada yang namanya tidak punya bakat dalam berbisnis. Enterpreneurship bisa dilatih!
  4. Perkuat silaturahmi dan jalin networking untuk memperkuat peran masyarakat.
  5. Lakukan pendidikan yang membangun karakter untuk membentuk mental enterpreneurship.
  6. Temukan mentor dalam berbisnis. Sebagian besar orang lebih mampu bertahan dalam mengembangkan bisnisnya jika didampingi mentor, dibanding tanpa mentor.

No comments:

Post a Comment