![]() |
| Suasana kelas belajar membuat presentasi efektif bersama Bpk. Tedy J. Sitepu |
Pak Tedy berpendapat bahwa memberi presentasi sama halnya
dengan memberi ‘hadiah’, sehingga presentasi harus menyenangkan, menghibur dan mencerahkan bagi audiens. Apa yang kita
sajikan dalam presentasi menunjukkan bagaimana kita berpikir dan apa yang kita
pikirkan.
Banyak presentasi yang gagal atau dianggap sebagai presentasi yang buruk, dikarenakan beberapa hal antara lain: tanpa konsep, terlalu banyak muatan
dalam slide, terlalu banyak ornamen dan warna, dan terlalu banyak data. Presentasi seperti ini akan membingungkan bagi audiens atau bahkan membosankan, sehingga sasaran tidak tercapai. Tanda-tanda presentasi yang buruk misalnya saat audiens terlihat kebingungan, ngantuk, atau sibuk
sendiri.
Nah, seperti apa presentasi yang baik? Menurut Pak Tedy, presentasi yang baik adalah presentasi yang memiliki 4 komponen yang efektif
meliputi: presenter, interaksi, makna, dan media. Presentasi yang efektif bisa dibangun melalui IMPACT :
Presentasi yang buruk umumnya diawali tanpa perencanaan. Untuk menghindarinya, tentunya diperlukan rencana sebelum membuat presentasi. Anda bisa membuat outline terlebih dahulu (misalnya membagi presentasi Anda menjadi 3 bagian: pendahuluan, hasil/isi, kesimpulan) dan merencanakan kira-kira informasi apa saja yang akan Anda tampilkan di masing-masing bagian tersebut. Selain itu, dalam presentasi jangan hanya menampilkan data, namun tunjukkan makna di balik data yang ingin dipresentasikan.IMpressive atau menarik perhatian, mampu menarik audiensPowerful: memiliki energy positif yang disalurkan kepada audiensActual/Contextual: menunjukkan pengetahuan paling terkini yang relevan dengan audiens
Trustworthy: kepercayaan terhadap data, pendapat, pernyataan, kesimpulan, usulan, dan saran.
Semoga bermanfaat! :)

No comments:
Post a Comment