Friday, June 28, 2013

Belajar Menulis Publikasi Ilmiah Bersama Prof. Nasikin

Jumat siang di hari ketiga program kepemimpinan LPDP, para peserta program berkesempatan untuk belajar tentang materi "Publikasi Ilmiah" bersama Bapak Prof. Mohammad Nasikin. Beliau adalah guru besar di Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia yang sudah memulai karirnya sebagai dosen sejak tahun 1985. Sesi ini dimaksudkan untuk membekali para calon peserta beasiswa LPDP dengan keterampilan menulis publikasi ilmiah yang akan diperlukan selama studi ke depan.

Beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait publikasi antara lain: Apa pentingnya publikasi? Mengapa publikasi harus ilmiah atau internasional? Darimana kita harus mulai menulis publikasi? Seperti apa riset yang layak untuk dipublikasikan? Bagaimana bentuk tulisan yang layak publikasi? Serta jurnal ilmiah seperti apa yang baik untuk publikasi?

Menanggapi pertanyaan-pertanyaa di atas, Prof. Nasikin membagikan 'resep'nya dalam menulis publikasi. Dijelaskan oleh belau bahwasanya publikasi yang baik memiliki dua kriteria, yaitu: 1) Novelty (menyelesaikan masalah dan punya kontribusi terhadap ilmu pengetahuan) dan 2) tidak spekulatif / no speculation statement (khusus untuk penelitian S3).

Alur riset yang menghasilkan 'novelty' dijelaskan sebagai berikut :
  1. Masalah. Penelitian diangkat dari masalah bangsa misalnya perbaikan teknologi dan perbaikan sistem.
  2. Ide yang brilian (out of the box) atau bahkan 'nyeleneh'
  3. Rancangan/proposal riset. Riset 'perlu' dilakukan jika ada masalah yang perlu diselesaikan dan belum dikerjakan orang lain. Riset 'bisa' dilakukan dengan adanya metode yang realistis dan sumberdaya yang memenuhi.
  4. Riset dan hasil yang novelty, artinya mampu menyelesaikan masalah dan memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan.
  5. Publikasi berupa jurnal atau paten.
Prof. Nasikin menyampaikan materi seputar publikasi ilmiah di depan calon penerima Beasiswa LPDP
Dalam sesi ini, Prof. Nasikin memberikan beberapa tips seputar penulisan publikasi ilmiah antara lain alur logika yang baik, merupakan publikasi baru, dan jangan terlalu lama / terlalu jauh dalam mencari ide riset. Penulisan publikasi ilmiah harus mampu menyampaikan novelty, dimulai dari identifikasi novelty dari hasil riset, dan selanjutnya dibuat 'story' dalam alur yang logis yang 'mengalir' sehingga informasi tentang novelty dapat dipahami dengan baik oleh orang lain.

No comments:

Post a Comment